DUMAIHEADLINES.COM — Sebuah malam yang tidak akan pernah dilupakan oleh Vozinha. Kiper veteran Cape Verde itu menjadi sorotan dunia setelah tampil gemilang dalam laga bersejarah menghadapi Spanyol, namun kebahagiaan tersebut bercampur haru karena sang ibu tidak bisa berada di tribun menyaksikan perjuangannya.
Vozinha menjadi pahlawan Cape Verde saat menghadapi Spanyol dengan mencatatkan tujuh penyelamatan penting yang membawa timnya meraih hasil imbang 0-0. Penampilan luar biasanya membuat pemain berusia 40 tahun itu dinobatkan sebagai man of the match.
Namun, setelah pertandingan berakhir, Vozinha justru terlihat meneteskan air mata. Bukan hanya karena bangga membawa negaranya tampil di panggung besar, tetapi juga karena ia harus melewati momen tersebut tanpa kehadiran sang ibu.
“Saya menangis karena saya tumbuh bersama kakek dan nenek saya. Mereka sangat berarti bagi hidup saya, tetapi mereka sudah tidak ada lagi. Saya juga menangis karena ibu saya tidak bisa datang karena masalah visa,” ujar Vozinha seperti dinukil dari The Guardian.
Dia menjelaskan, proses keberangkatan sang ibu terhambat lantaran biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus visa perjalanan ke Amerika Serikat.
“Karena uang yang harus dibayarkan untuk visa, kami tidak berhasil menyelesaikan semuanya tepat waktu. Saya ingin dia berada di sini, tetapi saya tetap sangat bahagia,” katanya.

