Pahlawan Swiss Gregor Kobel Optimistis Bisa Hentikan Lionel Messi dkk

DUMAIHEADLINES.COM – Penjaga gawang tim nasional Swiss, Gregor Kobel, tidak menampik besarnya tantangan yang akan dihadapi timnya pada perempat final Piala Dunia 2026.

Berhadapan dengan Lionel Messi dan Argentina, Kobel mengakui lawannya lebih diunggulkan. Namun, dia percaya Swiss tetap memiliki peluang untuk membuat kejutan.

Optimisme itu muncul setelah Swiss memastikan tiket ke delapan besar lewat kemenangan dramatis atas Kolombia melalui adu penalti.

Kobel tampil sebagai pahlawan dengan menggagalkan tendangan Cucho Hernandez, sebelum Ruben Vargas mencetak penalti penentu kemenangan.

Kemenangan tersebut sekaligus membawa Swiss menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.

Kobel Akui Messi Layak Disebut yang Terbaik

Dalam wawancara eksklusif bersama FIFA, Kobel memberikan penghormatan kepada Lionel Messi yang akan menjadi lawan berikutnya.

Menurut kiper 28 tahun itu, pencapaian Messi sepanjang karier membuat banyak orang sepakat menempatkannya sebagai salah satu pesepakbola terbaik sepanjang masa.

“Dengan semua yang sudah dia capai, saya rasa tidak ada yang bisa menyalahkan jika seseorang mengatakan dia berada di puncak. Sekarang tugas saya adalah menghentikannya,” ujar Kobel.

Meski demikian, dia menegaskan Swiss tidak akan memasuki pertandingan dengan rasa gentar.

“Mereka jelas merupakan favorit besar. Namun, pada akhirnya ini adalah sepak bola. Pertandingan harus dimainkan lebih dulu. Kami juga memiliki kualitas yang bagus dan kepercayaan diri yang tinggi. Kami akan bermain dan melihat apa yang terjadi,” tuturnya.

Insting Jadi Senjata di Adu Penalti

Penampilan gemilang Kobel saat menghadapi Kolombia tidak lepas dari kemampuannya membaca arah tendangan lawan.

Menariknya, dia mengaku tidak hanya mengandalkan analisis sebelum pertandingan, tetapi juga insting di lapangan.

Menurut Kobel, bahasa tubuh penendang, gerakan kaki hingga arah pandangan mata menjadi petunjuk penting sebelum mengambil keputusan.

“Saya melihat posisi tubuh penendang, gerakannya, matanya, semuanya menjadi satu kesatuan. Tetapi pada akhirnya saya mengikuti insting,” ungkapnya.

Keputusan tersebut terbukti tepat ketika ia berhasil menepis penalti Cucho Hernández dan membuka jalan bagi Swiss menuju babak berikutnya.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI