DUMAIHEADLINES.COM – Dunia sepakbola Indonesia kembali berduka. Andy Kristiantono atau yang lebih dikenal dengan nama Andie Peci, salah satu tokoh paling dikenal di kalangan Bonek, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) siang setelah menjalani perawatan akibat penyakit yang dideritanya.
Kabar duka tersebut menyebar cepat di media sosial dan grup-grup komunitas suporter. Ribuan ucapan belasungkawa mengalir sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang selama ini dikenal vokal memperjuangkan Persebaya Surabaya.
Koordinator Bonek Jabodetabek, Andhi Mahligai, membenarkan kabar wafatnya Andie Peci. Ia mengatakan almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Soewandhie, Surabaya.
Bagi banyak pendukung Persebaya, Andie Peci bukan hanya seorang suporter. Ia merupakan simbol perjuangan ketika Persebaya menghadapi masa-masa sulit dan berupaya kembali memperoleh pengakuan resmi dari PSSI.
Lebih dari Sekadar Orator
Andhi mengaku memiliki banyak kenangan bersama almarhum selama perjuangan mengembalikan Persebaya ke kompetisi resmi.
Menurutnya, Andie Peci adalah pribadi yang selalu berada di barisan depan, bukan demi popularitas, tetapi karena keyakinannya terhadap perjuangan yang dijalani.
“Kami pernah berjalan dalam satu barisan perjuangan. Andie Peci, seorang Bonek, tokoh buruh asal Madiun, sekaligus sahabat yang mengabdikan suaranya untuk sesuatu yang dia yakini benar,” kata Andhi.
Dia mengatakan keduanya aktif mengikuti berbagai rapat konsolidasi saat perjuangan mengembalikan Persebaya yang asli agar kembali diakui oleh PSSI.
“Saya mengenal Andie Peci dengan dekat pada masa-masa perjuangan mengembalikan Persebaya yang asli agar kembali diakui oleh PSSI, juga saat gelombang Revolusi PSSI menggema di berbagai penjuru negeri.”
Menurut Andhi, kemampuan Andie Peci menyampaikan orasi selalu menjadi energi bagi ribuan Bonek yang terus mengawal perjuangan tersebut.
“Sebagai seorang orator ulung, kata-katanya tidak sekadar membakar semangat, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa perjuangan ini tidak boleh berhenti. Suaranya menjadi penyemangat bagi ribuan Bonek yang menginginkan keadilan bagi Persebaya.”

