“Dulu jadi guru TPA, sekarang jadi guru termuda di salah satu SMA yang harus tegas, disiplin dan kadang harus marah juga. Aku dituntut juga dapat berinteraksi dengan para siswa sebagai teman,” jelas Tissa, seperti mengutip dari keterangan tertulis Viu, Jumat (15/8/2025).
Menurutnya, ada sedikit beban untuk memerankan karakter yang lahir dari novel yang memiliki basis pembaca sangat banyal. “Tapi aku percaya, karakter yang memilih pemainnya. Apapun hasilnya aku serahkan kepada Yang Maha Kuasa, dan aku tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk drama ini,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Yesaya mengakui bahwa perannya sebagai guru yang menyamar di sekolah memerlukan penanganan tersendiri.
“Aku banyak bertanya kepada sutradara, Mas Farid Dermawan, tentang karakter polisi ini. Aku diberikan beberapa referensi agar bisa menguasai cara bicara polisi, gerak-geriknya, bahkan bagaimana cara bicara polisi dengan wanita yang sedang dia suka,” tuturnya.

