Pasar Saham AS Cenderung Stabil, Bitcoin Kembali Tertekan

“Pasar kripto saat ini tengah berada pada mode menunggu (wait and see). Inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi bisa menjadi katalis kuat untuk reli baru, dengan target jangka pendek di kisaran USD120.000 atau jika terjadi breakout dari All-Time-High sebelumnya, terdapat potensi lonjakan hingga USD136.000,” terang Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/8/2025).

“Namun, jika data PCE justru menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi, Bitcoin berpotensi terkoreksi lebih dalam ke zona support USD100.000 –103.000, yang kini dianggap sebagai benteng bawah selanjutnya pasca tertembusnya level USD112.000,” imbuhnya.

Kendati demikian, proyeksi secara jangka panjang tetap bullish. “Terlepas dari rilis data PCE kali ini menjadi ujian penting yang menentukan arah jangka pendek Bitcoin, tren pelonggaran kebijakan ekonomi cepat atau lambat akan terjadi yang dapat mengalirkan likuiditas pada skala yang lebih besar ke pasar kripto,” ungkapnya.

“Meskipun reli bullish Bitcoin tidak harus diiringi dengan kebijakan pelonggaran ekonomi AS, mempertimbangkan kondisi dan skala pasar kripto saat ini serta meningkatnya pengaruh AS di pasar membuat dorongan positif tersebut cukup diperlukan,” lanjut Fahmi.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI