Mengupas Tuntas Esensi Kecantikan: Lebih dari Sekadar Penampilan

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMN, Cendera Rizky Anugrah Bangun. (Foto: istimewa)

“Kecantikan bekerja seperti bahasa, ia punya simbol, makna, dan interpretasi,” jelas Cendera. “Mahasiswa perlu melihat industri ini bukan hanya sebagai penjual produk, tapi juga pembentuk makna sosial yang memengaruhi cara kita berinteraksi.”

Bagi Gen Z, kecantikan juga erat kaitannya dengan keberlanjutan. Data menunjukkan bahwa 82% Gen Z di Indonesia bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan keberlanjutan bukan lagi tren, melainkan bagian dari identitas diri. Membawa tumbler, memilih skincare ramah lingkungan, atau menggunakan produk refill adalah cara para anak muda mengekspresikan kepedulian mereka.

Kecantikan dan Kesejahteraan Diri

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kaitan erat antara kecantikan dan kesehatan mental. Data dari buku “The Essentiality of Beauty” menunjukkan bahwa 80% perempuan merasa lebih bahagia setelah menggunakan produk kecantikan, dan 88% merasa lebih percaya diri. Sebaliknya, 98% individu dengan masalah kulit dilaporkan mengalami gangguan emosional.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI