DumaiHeadline.com – Warisan budaya batik terus membuktikan relevansinya di tengah perubahan gaya hidup dan tantangan pasar modern. Kisah sukses UMKM lokal dari Solo, Batik Solo Sukses menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dan adaptasi digital mampu melestarikan kain tradisional sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Didirikan pada 2020 oleh Andreas Soetanto di sentra batik legendaris Pasar Kliwon, Solo, Batik Solo Sukses membuktikan bahwa fast fashion bukanlah satu-satunya pilihan bagi konsumen.
Dengan visi menjadikan batik sebagai identitas yang memiliki cerita, Andreas berhasil mentransformasi produk tradisional menjadi fesyen pria modern yang diminati pasar.
Memadukan Identitas Budaya dengan Tren Pasar
Andreas memulai usahanya dengan keyakinan bahwa batik memiliki nilai jual yang abadi. Namun, ia mengakui tantangan besar di awal adalah meyakinkan pasar yang cenderung mencari produk cepat dan praktis.
“Sejak awal, saya ingin menjual produk yang membawa cerita di setiap motifnya. Pasar memang menantang, tapi kami percaya batik bisa dekat dengan generasi muda, asalkan disajikan dengan cara yang tepat,” ungkap Andreas dikutip dari siaran pers Shopee, Jumat (26/9/2025).

