Data internal perusahaan menunjukkan bahwa hampir 95 persen dari total penjualan Batik Solo Sukses kini berasal dari platform e-commerce. Pemanfaatan fitur interaktif seperti Shopee Live dilaporkan konsisten menyumbang lebih dari 30% penjualan bulanan.
Membawa Batik Indonesia ke Pasar Global
Keberhasilan Batik Solo Sukses tidak hanya terbatas di pasar domestik. Sejak 2021, mereka memanfaatkan program ekspor digital yang berhasil membawa produk batik ke berbagai negara tetangga, termasuk Filipina, Thailand, dan Singapura.
Andreas menekankan bahwa kesempatan ini melampaui sekadar transaksi bisnis. Ini adalah platform untuk membawa identitas budaya Indonesia ke panggung global.
Sebagai penutup, Andreas menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis UMKM terletak pada konsistensi dan keberanian beradaptasi dengan tren digital, sambil tetap setia pada visi melestarikan warisan budaya.
“Jangan berhenti mencoba. Konsistensi itu penting, yang terpenting kita tetap berjalan dengan tujuan yang jelas,” tutupnya.

