DumaiHeadlines.com – Framing busuk salah satu stasiun televisi swasta nasional Trans7 ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, dengan citra perbudakan adalah kebodohan yang tidak bisa dimaafkan begitu saja.
Trans7 “menyerang” Pesantren Lirboyo dengan framing busuk. Narasinya? Perbudakan! Pesantren seperti kamp perbudakan.
Ada siklus abadi di negeri ini yang lebih pasti dari pergantian musim. Instansi besar berulah, netizen marah dan bikin tagar, lalu instansi itu mengeluarkan surat permohonan maaf dengan kop surat kinclong dan tanda tangan basah. Selesai. Kopi diseduh lagi, cicilan dilanjut lagi, semua kembali normal. Sampai nanti ada yang berulah lagi. Begitu terus sampai kiamat kurang dua hari.
Siklus inilah yang kembali kita saksikan saat Trans7, lewat programnya yang namanya terdengar sangar, Xpose Uncensored, menayangkan episode pada 13 Oktober 2025 lalu.
Isinya? Oh, bukan main. Mereka, dengan gagah berani, atau mungkin lebih tepatnya dengan keteledoran level dewa, memframing kehidupan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Narasinya? Perbudakan!

