DumaiHeadlines.com – Setelah lebih dulu hadir dalam format kaset dan CD, unit gothic metal asal Jakarta, Flowery kini resmi meluncurkan album debutnya Hold Me In The Storm di berbagai platform musik digital pada Kamis (6/11/2025).
Langkah ini menandai babak baru perjalanan musik Flowery yang digawangi pasangan suami-istri Vieya (vokal) dan Firman (gitar).
Sebelumnya, album ini telah diperkenalkan dalam acara peluncuran di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada Minggu (26/10/2025), melalui rilisan fisik yang mendapat sambutan positif dari komunitas musik metal Tanah Air.

Hadir di Spotify, iTunes, hingga YouTube Music
Dalam keterangan resmi Edelweiss Records, selaku label yang menaungi Flowery, perilisan digital dilakukan agar karya mereka bisa menjangkau pendengar global, terutama pecinta gothic metal.
“Rilis 06.11.2025. Album Hold Me In The Storm dari Flowery sudah tersedia dalam semua format platform digital,” tulis Edelweiss Records dalam siaran pers, lengkap dengan tautan resmi Spotify: https://open.spotify.com/album/1A8mMaB5VPDwmiXLBZnuqo.
Label tersebut juga menambahkan pesan puitis yang mencerminkan tema besar album ini:
“Kadang badai datang tanpa permisi. Tapi ada pelukan yang membuat kita bertahan. Temukan kehangatan itu dalam Flowery – Hold Me In The Storm.”
Selain di Spotify, delapan lagu dalam album Hold Me In The Storm juga tersedia di berbagai layanan musik digital lainnya seperti iTunes, Resso, YouTube Music, Joox, Yandex, dan sejumlah platform internasional lainnya.
“Video musik single Hold Me In The Storm (sama dengan nama album) juga sudah dirilis di Channel YouTube Edelweiss Records,” tambah label asal Jakarta Barat itu.
Nuansa Lokal dan Emosional dalam Satu Album
Album Hold Me In The Storm berisi delapan lagu dengan karakter musik yang kaya dan berlapis, yakni Interlude, Hold Me In The Storm, Hati dan Jiwa, Unfair, Mojang Priangan, Engkang, Sampai Akhir Waktu, dan Warung Pojok (Outro).
Beberapa nomor seperti Engkang dan Mojang Priangan membawa sentuhan etnik Sunda, terinspirasi dari karya legenda musik daerah Yana Kustia dan Iyar Wiyarsih.
“Sementara lagu-lagu seperti Hold Me In The Storm, Hati dan Jiwa, dan Unfair memperlihatkan sisi emosional yang kuat,” ungkap pernyataan Edelweiss Records.

