Menyelami Konflik Identitas lewat Pentas Monolog “BABI” Adaptasi Karya Putu Wijaya di Dumai

DumaiHeadlines.com – Panggung kesenian Kota Dumai bersiap menyajikan pertunjukan teater yang sarat akan perenungan psikologis.

Sebuah pentas monolog bertajuk “BABI”, yang diangkat dari cerpen legendaris karya sastrawan kenamaan Putu Wijaya, siap memukau para penikmat seni di awal bulan depan.

Aktor teater Fedli Azis akan menghidupkan naskah intens ini seorang diri di atas panggung pada hari Sabtu, 4 April 2026, mulai pukul 20.00 WIB.

Pementasan ini mengambil tempat di ruang representatif, yakni Aula Lantai 2 SMA Negeri 2 (SMANDA) Dumai.

Eksplorasi Psikologis: Saat Nama Berubah Jadi Stigma

Pertunjukan “BABI” menawarkan alur cerita yang unik sekaligus menyayat hati. Fokus utama ada pada tokoh bernama Anwar, seorang pria yang terjebak dalam pusaran konflik batin ekstrem.

Kejanggalan terjadi ketika tangan kanannya seolah memiliki kehendak sendiri dan terus-menerus salah menuliskan namanya menjadi kata “Babi”.

Dalam ruang panggung yang sunyi, tokoh Anwar akan mengajak penonton menyelami kedalaman pikirannya. Dia menumpahkan keresahan tentang bagaimana konstruksi sosial, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga masyarakat luas, berhasil merombak paksa citra dirinya.

Anwar dipaksa menelan mentah-mentah sebuah identitas kelam yang sama sekali bukan pilihannya.

Lewat narasi monolog ini, sebuah pertanyaan filosofis dilemparkan kepada para penonton: Ketika seseorang terus-menerus dicap buruk, ditekan, dan diasingkan, mampukah ia tetap mempertahankan sisa-sisa kemanusiaannya?

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI