Ketika China Perluas Akses Dagang Afrika, AS Malah Perketat Pasar

Bangun Pengaruh Lewat Skema Baru

Sejak 2025, China mulai merancang kerja sama jangka panjang dengan negara-negara Afrika melalui berbagai kesepakatan. Salah satu langkah penting adalah komitmen pemberlakuan tarif nol persen untuk hampir seluruh jenis produk dari negara mitra.

Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi Eswatini, satu-satunya negara Afrika yang masih menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan.

Selain itu, China juga memperluas kerja sama ke berbagai sektor lain, mulai dari investasi, ekonomi digital, hingga bantuan teknis. Semua ini dirangkum dalam kerangka perjanjian ekonomi yang bersifat umum dan akan diperinci dalam kesepakatan lanjutan.

Fleksibel dan Bertahap

Berbeda dengan model perjanjian perdagangan bebas konvensional, pendekatan China cenderung lebih fleksibel. Beijing menggunakan strategi bertahap, dimulai dari kesepakatan umum, lalu dilanjutkan dengan perjanjian spesifik di sektor tertentu.

Hingga awal 2026, lebih dari 30 negara Afrika telah menandatangani kerja sama dengan China, termasuk Afrika Selatan yang baru bergabung pada Februari lalu.

Dalam praktiknya, penghapusan tarif sering dijadikan langkah awal untuk menghasilkan dampak cepat sebelum masuk ke pembahasan yang lebih kompleks.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI