DumaiHeadlines.com – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Dumai memasuki fase krusial. Dalam sepuluh hari terakhir, api dilaporkan telah melahap kurang lebih 100 hektare lahan yang tersebar di enam kelurahan pada empat kecamatan.
Wilayah Dumai Timur tercatat sebagai area terdampak paling luas sejauh ini.
Menyikapi eskalasi tersebut, Pemerintah Kota Dumai bersama tim gabungan melakukan operasi pemadaman masif.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai kini memimpin pergerakan di lapangan dengan dukungan penuh dari TNI, Polri, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pengerahan Helikopter dan Ikhtiar Shalat Istisqa
Kepala Pelaksana BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono mengungkapkan bahwa tantangan di lapangan membuat pihaknya harus menarik dukungan lebih besar. Satu unit helikopter Water Bombing dari BPBD Provinsi Riau telah dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara di titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Upaya pemadaman ini sudah berlangsung intensif sejak bulan Ramadan lalu hingga memasuki bulan Syawal sekarang. Kami memaksimalkan seluruh personel, logistik, dan alat pemadaman agar api tidak terus meluas,” ujar Wahyu dikutip dari laman resmi Pemko Dumai pada Rabu (25/3/2026).
Menariknya, selain upaya teknis, pendekatan spiritual juga dilakukan. Polres Dumai bersama elemen masyarakat baru-baru ini menggelar Shalat Istisqa berjamaah sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah cuaca ekstrem yang melanda Kota Idaman.

