DumaiHeadlines.com – Nama besar Cannibal Corpse di kancah musik cadas dunia memang tak perlu diragukan lagi. Namun, siapa sangka jika salah satu album paling ikonik mereka, Butchered At Birth (1991), justru menyisakan “ganjalan” bagi mantan gitarisnya sendiri, Jack Owen.
Dalam sebuah wawancara terbaru bersama Made In Metal, Jack Owen secara blak-blakan mengungkapkan penyesalannya terkait kualitas produksi dan proses kreatif di balik album tersebut.
Dia bahkan menyebut Butchered At Birth sebagai karya yang paling ingin dia rekam ulang jika ada kesempatan.
Masalah Produksi dan Ambisi Berlebihan
Meskipun album ini dianggap sebagai standar emas death metal awal 1990-an, Owen merasa hasil akhirnya jauh dari kata sempurna. Menurutnya, ada beban mental yang dirasakan para personel saat itu setelah merilis album debut Eaten Back to Life.
“Produksinya bisa jauh lebih baik dan proses penulisannya terasa lebih penuh tekanan. Kami mencoba menutupi kesan ‘sederhana’ pada album pertama, sehingga kami menulis lagu secara berlebihan (overwrote),” ujar Owen.
Hal inilah yang membuat Owen merasa tidak nyaman setiap kali mendengarkan kembali trek-trek dalam album tersebut.
Baginya, dari empat album pertama Cannibal Corpse, Butchered At Birth berada di posisi terbawah dalam hal kepuasan pribadi.

