“Saya yang enggak tega jualnya kalau gitu, apalagi buat dimakan anak-anak nantinya. Cari vendor lain aja teh, saya belum bisa kalau begitu,” jawab sang vendor dengan tegas dalam pesan balasannya.
Meski sempat diiming-imingi angin surga berupa kontrak kerja sama jangka panjang jika bersedia memotong harga, dia tetap tidak bergeming demi menjaga kesehatan para penerima manfaat program pemerintah tersebut.
Kasus Resmi Dilaporkan ke Pihak Berwajib
Unggahan tersebut langsung memicu gelombang kemarahan dari warganet hingga mengumpulkan lebih dari 29 ribu tanda suka (likes). Banyak pihak yang mendesak agar nama instansi maupun identitas oknum petugas tersebut dibuka secara terang-terangan ke publik.
Kendati demikian, pemilik akun memilih untuk bersikap bijak dengan tidak melakukan aksi main hakim sendiri di media sosial. Dia menegaskan bahwa langkah hukum telah diambil dan laporan resmi sudah dilayangkan kepada instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti.
“Untuk saat ini kasusnya sudah dilaporkan ke pihak yang berwenang, jadi kita tunggu update selanjutnya aja. Makasih banyak atas support dan perhatiannya. Semoga kita selalu dijauhkan dari perilaku culas, dan dzolim,” terangsang vendor. Respons cepat dari masyarakat ini membuat publik merasa optimistis bahwa aparat akan mengusut tuntas penyelewengan dana tersebut.
Fenomena Gunung Es, Pelaku UMKM Lain Angkat Bicara
Kasus yang terjadi di Kota Serang ini tampaknya menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat. Di kolom komentar utas viral tersebut, beberapa pengusaha UMKM kuliner dari berbagai daerah ikut bersuara dan membeberkan pengalaman serupa yang pernah mereka alami saat berhadapan dengan oknum pengadaan program MBG.

