Akun @mypiamoepalu mengisahkan bahwa produk makanannya yang berharga asli Rp20.000 per porsi ditawar paksa oleh oknum lapangan menjadi Rp5.000 hingga Rp7.000. Dia diminta mengganti penggunaan daging segar dengan bahan makanan beku (frozen food) berkualitas rendah demi memuluskan keuntungan sepihak oknum tersebut. Karena enggan mengorbankan nama baik mereknya, dia memilih mundur.
Kesaksian senada juga diungkapkan oleh akun @tiarrakasih yang mengelola usaha dimsum rumahan (homemade) berbahan dasar daging penuh. Dia diminta memasok produk untuk MBG dengan harga setengah dari nilai pasar, namun oknum bersangkutan berniat melakukan markup harga yang tinggi di dalam nota pembukuan resmi.
Cerita yang tidak kalah mencengangkan datang dari akun @hey.indahoy yang bergerak di sektor logistik Horeca (Hotel, Restaurant, Cafe). Dia mengaku pernah menolak proyek pengadaan jumbo sebanyak 60.000 porsi makanan omprengan. Saat itu, dia hanya mengambil keuntungan bersih Rp2.000 per porsi, namun oknum pemesan justru memaksanya melakukan markup keuntungan fiktif hingga Rp20.000 per porsi untuk disetor ke kantong pribadi mereka. Karena takut tersandung masalah hukum di kemudian hari, dia langsung menolak proyek tersebut.

