Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur berada di level 50,0, sementara pertumbuhan likuiditas perekonomian (M0) mencapai 14,8 persen yoy. Dari sektor perbankan, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 11,5 persen yoy.
Kinerja sektor eksternal juga tetap solid. Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut dan memiliki cadangan devisa sebesar USD 144,9 miliar atau setara 5,6 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Pertumbuhan Ekonomi Berdampak pada Kesejahteraan
Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat tidak hanya tercermin dalam angka makro, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sepanjang periode terakhir, tercipta sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru yang turut mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,68 persen pada 2026.
Di sisi lain, program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah juga berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025.
Delapan Prioritas Pembangunan Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menjelaskan arah pembangunan Indonesia ke depan melalui delapan klaster program prioritas nasional.

