Kucing dan Anjing Mendominasi
Berdasarkan data di lapangan, ratusan hewan yang dibawa oleh pemiliknya ke posko vaksinasi didominasi oleh hewan-hewan peliharaan yang biasa menemani warga di area perkotaan.
Fahmi Rizal merincikan, sebagian besar komoditas hewan tersebut adalah kucing, diikuti oleh anjing, hingga beberapa ekor monyet peliharaan.
Dia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang mau meluangkan waktu demi kesehatan lingkungan bersama.
“Kami sangat mengapresiasi kesadaran warga Dumai yang secara sukarela membawa hewan kesayangan mereka ke posko yang telah disediakan di area Taman Bukit Gelanggang ini,” tuturnya.
Gerakan Berlanjut hingga September
Pelaksanaan vaksinasi massal ini tidak berhenti di hari peluncuran saja. Pemko Dumai berkomitmen melalui dinas terkait untuk terus mengawal dan membuka akses vaksinasi rabies ini selama tiga bulan ke depan.
Sesuai dengan linimasa yang sudah disusun oleh Pemerintah Provinsi Riau, gerakan ini akan bergulir dari Juli hingga September 2026.
Langkah konsisten ini menjadi bagian dari instruksi Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto. Dia berharap gerakan serentak ini tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan mampu memberikan dampak nyata dalam memutus rantai penyebaran rabies, sekaligus menciptakan lingkungan pemukiman yang aman dan sehat bagi warga maupun hewan peliharaan.

