Ancam Bubarkan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Bongkar Aturan Gaib Masa Lalu

DUMAIHEADLINES.COM – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar mengejutkan terkait langkah reformasi besar-besaran di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo, dia membongkar adanya kesepakatan internal di tingkat kabinet yang siap membubarkan institusi Bea Cukai apabila tidak menunjukkan perbaikan signifikan dalam kurun waktu satu tahun.

Langkah ekstrem ini diambil sebagai respons atas masih maraknya praktik penyelewengan di lapangan yang meresahkan publik.

Purbaya tidak memungkiri bahwa skuat jajarannya di sektor keuangan tersebut terus dipantau secara ketat.

Menurutnya, keputusan untuk membubarkan lembaga ini sudah bulat di rapat terbatas jika target pembenahan gagal dipenuhi hingga September mendatang.

Posisinya nanti akan digantikan oleh lembaga surveyor independen asal luar negeri, seperti SGS dari Swiss atau Swedia, yang berarti merumahkan sekitar 16.000 pegawai.

Purbaya menceritakan momen ketika dirinya mengumpulkan jajaran pimpinan instansi tersebut untuk memberikan peringatan keras.

“Bapak-bapak Ibu-ibu, Bea Cukai itu sudah diputuskan dibubarkan di rapat terbatas. Saya justru menggebuk Anda ini supaya Anda bisa memperbaiki diri supaya enggak dibubarkan, saya bisa ngerayu presiden setahun. Kalian berbenah,” tegas Purbaya menirukan ucapannya saat itu, seperti dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo yang diunggah pada Kamis (2/7/2026).

Membongkar Aturan Gaib Masa Lalu

Salah satu poin paling krusial yang diungkapkan oleh Menkeu adalah hilangnya hak istimewa atau aturan tidak tertulis yang selama ini membentengi Bea Cukai dan Pajak dari pemeriksaan luar.

Pada masa lalu, lembaga penegak hukum seperti KPK maupun Kejaksaan Agung sering kali diintervensi dari atas agar tidak bisa menyentuh oknum bermasalah di lingkungan tersebut.

“Zaman dulu sebelum saya masuk situ, pajak dan bea cukai itu enggak boleh diperiksa oleh kejaksaan, KPK, dan lain-lain. Begitu mereka mau itu, pasti menterinya ke presiden untuk minta diberhentiin. Jadi tempat itu tempat yang terlindung. Sekarang saya obrak-abrik, saya buka aja,” ungkap Purbaya secara blak-blakan.

Kini, di bawah kendali pimpinan baru, Purbaya menegaskan bahwa pertahanan eksklusif tersebut telah dia hancurkan.

Dia membuka pintu selebar-lebarnya bagi KPK dan Kejaksaan Agung untuk masuk dan menyidik siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, asalkan didukung bukti yang klir.

Strategi bermain kasar ini sengaja diterapkan agar kedisiplinan pegawai kembali kukuh dan tidak ada lagi ruang bagi oknum yang mencoba bermain di area abu-abu.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI