Ancam Bubarkan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Bongkar Aturan Gaib Masa Lalu

Efisiensi Anggaran dan Pemulihan Ekonomi

Selain persoalan integritas internal instansi, Menkeu juga menyoroti manajemen anggaran negara yang sedang diperketat.

Menanggapi keresahan masyarakat mengenai potensi kebocoran dana pada program-program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dia memastikan langkah efisiensi terus berjalan di tingkat pusat.

Anggaran MBG yang awalnya dialokasikan sebesar Rp330 triiliun kini telah dipangkas demi menutup celah-celah pemborosan yang belum optimal.

“Jadi kalau tadinya kita alokasikan 330, turun ke 270, nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu. Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran, ini perintah Bapak Presiden,” jelasnya terkait rasionalisasi anggaran tersebut.

Purbaya tetap merasa optimistis bahwa pondasi makroekonomi Indonesia berada dalam posisi aman meskipun situasi global penuh ketidakpastian.

Defisit APBN tetap dijaga ketat di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh lebih pruden dibandingkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat maupun Jepang.

Pemerintah juga sempat menolak usulan proyek jumbo dari kementerian lain yang bernilai 70 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp1.140 triliun setelah kalkulasi menunjukkan adanya potensi kerugian negara akibat beban subsidi yang terus membengkak.

Langkah tak biasa juga diambil oleh Kemenkeu dengan memindahkan dana mengendap dari Bank Indonesia langsung ke perbankan Himbara.

Melalui strategi moneter ini, perbankan dipaksa memutar uang tersebut menjadi kredit riil guna mendongkrak daya beli masyarakat tanpa harus menguras habis anggaran belanja negara.

Rasa aman instrumen fiskal ini membuat pemerintah percaya diri bahwa pertumbuhan ekonomi nasional mampu merangkak naik menuju target jangka panjang yang diharapkan masyarakat luas.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI