Babak Kedua Berubah Total
Selepas jeda, permainan Maroko meningkat signifikan. Tim asuhan Mohamed Ouahbi tampil lebih tenang dalam menguasai bola sekaligus lebih efektif memanfaatkan peluang.
Gol pembuka lahir pada menit ke-50 melalui skema bola mati. Achraf Hakimi mengirim bola ke depan kotak penalti, yang langsung disambar Ounahi dengan tendangan keras ke pojok kiri gawang tanpa mampu dihentikan Maxime Crepeau.
Kanada sempat mencoba bangkit melalui sejumlah serangan, tetapi lini pertahanan Maroko tetap tampil disiplin.
Pada menit ke-82, Ounahi kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan Brahim Diaz dalam sebuah serangan balik cepat, ia melepaskan tembakan keras yang bersarang di bagian atas gawang Kanada.
Rahimi kemudian melengkapi kemenangan Maroko pada masa tambahan waktu. Menerima umpan terobosan dari Diaz, ia sukses menaklukkan Crepeau dan memastikan skor akhir menjadi 3-0.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang mampu bangkit setelah mengalami tekanan sepanjang babak pertama.
“Kami sangat senang. Ini pertandingan Piala Dunia dan semua tim bermain habis-habisan. Kanada tampil sangat impresif dan itu sudah kami perkirakan. Pada babak kedua kami mampu memanfaatkan ruang yang mereka tinggalkan, dan itu menjadi kunci kemenangan,” kata Ouahbi.
Hasil ini membawa Maroko kembali menembus perempat final Piala Dunia untuk edisi kedua secara beruntun setelah sebelumnya mencetak sejarah pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Mereka juga menjadi negara Afrika pertama yang berhasil mencapai babak delapan besar Piala Dunia dalam dua edisi berbeda.
Pada laga perempat final yang dijadwalkan berlangsung 9 Juli mendatang di Boston, Maroko akan menghadapi Prancis.
Sementara itu, langkah Kanada harus terhenti di babak 16 besar. Kendati gagal melanjutkan perjalanan, pencapaian mereka tetap dikenang sebagai salah satu penampilan terbaik dalam sejarah sepakbola negara tersebut setelah sukses mencatat kemenangan perdana di putaran final Piala Dunia dan menembus fase gugur.

