DumaiHeadlines.com – Cristina Scabbia, vokalis ikonik dari band goth metal asal Italia, Lacuna Coil melontarkan kritik pedas terhadap tren penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam industri musik.
Dengan tegas, dia menyebut karya yang dihasilkan sepenuhnya oleh algoritma sebagai musik “tanpa jiwa” dan menganggap penggunanya telah melakukan kecurangan besar.
Dalam wawancara terbaru bersama El Jevilongo yang dikutip oleh Blabbermouth, Scabbia tidak menahan diri untuk menyatakan kebenciannya terhadap fenomena ini.
Baginya, musik adalah produk emosi manusia, bukan sekadar hasil olah data mesin.
Kritik Keras untuk Platform Streaming
Scabbia menyoroti peran platform besar seperti Spotify. Menurutnya, platform distribusi musik seharusnya menjadi garda terdepan dalam memfilter konten AI demi melindungi hak-hak seniman asli.
“Saya mengerti sisi bisnisnya, tetapi platform seperti Spotify setidaknya harus berkata ‘tidak’ pada artis AI karena itu bukan musik yang nyata,” ungkap Cristina dikutip dari Blabber Mouth pada Rabu (17/12/2025).
Dia merasa prihatin melihat banyak desainer grafis, fotografer, hingga musisi yang merasa terancam oleh kehadiran AI.
Fenomena di mana orang-orang bernyanyi di atas karya band yang sebenarnya tidak pernah ada (band virtual AI) dianggapnya sebagai sebuah kemunduran bagi nilai seni itu sendiri.

