DumaiHeadlines.com – Hampir tiga dekade mengabdi sebagai penjaga ritme dan melodi di Deep Purple, Steve Morse akhirnya bicara jujur mengenai dinamika internal band pasca-kepergiannya pada 2022 lalu.
Gitaris legendaris ini mengisyaratkan bahwa tidak semua personel merasa kehilangan saat dirinya memutuskan hengkang.
Dalam wawancara terbaru dengan majalah Guitar Interactive, Morse mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan.
Ya, dia merasa ada beberapa anggota band yang justru merasa lega ketika posisinya digantikan oleh Simon McBride.
Benturan Idealisme: “Fancy Crap” vs Rock Murni
Morse, yang dikenal dengan gaya permainan fusion dan teknik yang kompleks, menyebut adanya perbedaan visi musik sebagai salah satu alasan kecanggungan tersebut.
“Saya pikir ada beberapa orang di band yang benar-benar senang saya pergi. Mereka ingin kembali ke akar mereka, menjadi band rock murni, dan tidak menginginkan ‘hal-hal rumit’ (fancy crap) yang biasa saya bawa,” ujar Morse dengan nada berseloroh, dikutip dari Blabber Mouth, Jumat (18/12/2025).
Sebagai penulis lagu, Morse mengakui dirinya tidak bisa lepas dari gaya komposisi yang artistik dan teknikal.
“Saya tidak bisa menahannya. Jadi, saya pikir band ini sekarang lebih bahagia dengan arah mereka yang sekarang, dan kembali bekerja sama dengan saya mungkin akan terasa seperti langkah mundur bagi mereka,” tuturnya.

