DumaiHeadlines.com – Narasi tentang Nergal biasanya tak jauh dari kontroversi seputar agama dan simbol-simbol kegelapan.
Namun, dalam wawancara terbaru di Everblack Podcast yang diunggah baru-baru ini, Nergal menunjukkan sisi lain yang jauh dari kesan “garang”.
Nergal menegaskan bahwa dirinya tidak membenci atmosfer libur akhir tahun.
Baginya, Natal atau Xmas memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar ritual keagamaan yang menurutnya telah “dicuri” oleh tradisi Katolik dari akar pagan.
“Faktanya, umat Kristen mengambil perayaan itu dari kaum Pagan dan hanya menempelkan label baru di atasnya. Itu tidak akan menghentikan saya untuk menikmati waktu santai dan tidak melakukan apa pun bersama keluarga,” ungkap Nergal dalam podcast tersebut, seperti dikutip dari Loudwire pada Selasa (23/12/2025).
Menepis Komersialisasi dan Tradisi Katolik
Bagi musisi berusia 48 tahun ini, masa liburan akhir tahun adalah momentum untuk mencari ketenangan (tranquility).

Dia secara blak-blakan menyebut bahwa segala pernak-pernik seperti Santa Claus hanyalah bumbu komersial yang tidak dia gubris.
“Ini adalah waktu di mana semua orang mengambil libur, butuh kedamaian, dan bernapas. Bagi saya, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan tradisi Katolik. Itu semua hanya perdagangan, saya tidak peduli,” ujarnya.

