DumaiHeadlines.com – Lagu Indonesia Raya berkumandang gagah di Meishan, Chengdu, China. Atlet panjat tebing kebanggaan Tanah Air, Desak Made Rita Kusuma Dewi sukses mengandaskan dominasi tuan rumah dalam ajang World Climbing Asia Championship 2026, Kamis (9/4/2026) waktu setempat.
Tampil di hadapan publik lawan, Desak Rita tidak hanya membawa pulang medali emas nomor women’s speed, tetapi juga mencatatkan sejarah baru dengan menghancurkan rekor Asia.
Patahkan Rekor Olimpiade Paris
Keperkasaan Desak Rita terlihat sejak babak semifinal. Dia mulanya mematahkan rekor Asia milik atlet China, Deng Lijuan (6,18 detik), dengan catatan waktu 6,15 detik. Seolah belum puas, hanya berselang 15 menit kemudian di babak final, Desak kembali mempertajam rekor tersebut menjadi 6,07 detik.
Catatan waktu fantastis ini membuat wakil China, Zhou Yafei tak berkutik dan harus puas dengan medali perak setelah terpaut cukup jauh dengan waktu 6,47 detik.
“Saya sangat senang. Tentu saja saya ingin mendapatkan medali emas untuk Indonesia,” ungkap Desak Rita seperti menukil Xinhua pada Sabtu (11/4/2026).
Atlet asal Bali ini juga memberikan sinyal ancaman bagi lawan-lawannya menuju Asian Games mendatang.
Veddriq Leonardo Amankan Perunggu
Di kategori putra, persaingan berlangsung sangat ketat dan penuh drama. Mantan pemegang rekor dunia asal Indonesia, Veddriq Leonardo harus mengakui keunggulan tipis atlet tuan rumah, Chu Shouhong di babak semifinal.
Meskipun langkahnya menuju final terhenti, Veddriq menunjukkan mental juara dengan berhasil mengamankan medali perunggu.
Sementara itu, emas sektor putra akhirnya jatuh ke tangan Chu Shouhong yang memenangi laga sesama atlet China melawan Zhou Ziyu.
Misi Menuju Asian Games Aichi-Nagoya
Kejuaraan Asia yang berlangsung pada 8-12 April ini merupakan ajang krusial karena menjadi kualifikasi terakhir untuk Asian Games Aichi-Nagoya. Total 71 kuota diperebutkan oleh para pemanjat terbaik dari seluruh penjuru Asia.
Keberhasilan Desak Rita mempecundangi wakil tuan rumah di kandangnya sendiri menjadi bukti nyata bahwa Indonesia masih merupakan kekuatan utama di cabang olahraga panjat tebing dunia.
Prestasi ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi atlet Indonesia lainnya yang masih berjuang di nomor boulder dan lead.

