DumaiHeadlines.com – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil membuktikan kematangan mentalitas Eropa mereka dalam laga Final UEFA Champions League (UCL) musim 2025/2026.
Menghadapi strategi bertahan total yang diterapkan Arsenal, Les Parisiens sukses keluar sebagai juara secara beruntun (back-to-back) setelah memenangi drama adu penalti dengan skor 4-3 di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.
Laga yang berakhir imbang 1-1 selama 120 menit ini mempertemukan dua filosofi sepak bola yang bertolak belakang. Namun pada akhirnya, kesabaran taktik Luis Enrique berhasil meredam kejelian strategi bertahan dari Mikel Arteta.
Sengatan Balik Cepat dan Blok Rendah Meriam London
Arsenal langsung mengejutkan sang juara bertahan saat laga baru berjalan lima menit.
Melalui sebuah transisi positif yang sangat cepat, Leandro Trossard mengirimkan umpan akurat ke area kosong yang langsung disambar oleh Kai Havertz. Tembakan mendatar Havertz sukses menaklukkan kiper PSG, Matvey Safonov, dan mengubah skor menjadi 1-0.
Setelah unggul, manajer Arsenal Mikel Arteta langsung menginstruksikan pemainnya untuk bermain dengan pola blok rendah (low-block) yang sangat rapat.
Formasi 4-2-3-1 milik Arsenal bertransisi menjadi pertahanan berlapis yang membuat lini serang PSG sempat frustrasi sepanjang babak pertama. Upaya dari Ousmane Dembele dan Fabian Ruiz selalu membentur kokohnya duet bek William Saliba dan Gabriel Magalhaes.

