DUMAIHEADLINES.COM – Gelandang Kanada Stephen Eustaquio menilai timnya pantas mendapatkan hasil lebih baik saat menghadapi Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Menurutnya, satu gol dari situasi bola mati menjadi awal berubahnya arah pertandingan hingga Kanada harus mengakhiri langkah di turnamen.
Kanada menyerah 0-3 dari Maroko pada laga yang berlangsung di Houston, Minggu (5/7/2026) WIB. Dua gol Azzedine Ounahi dan satu gol Soufiane Rahimi memastikan wakil Afrika tersebut melangkah ke perempat final.
Meski skor akhir cukup mencolok, Eustaquio menilai Kanada justru tampil dominan dalam sebagian besar babak pertama.
Dia menyebut para pemain mampu menjalankan strategi dengan baik dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.
“Saya rasa kami menjalani turnamen yang luar biasa. Hingga babak pertama pertandingan ini berakhir, kami bermain sangat baik. Semua orang di Kanada seharusnya bangga dengan perjuangan tim ini,” ujar Eustaquio dikutip dari FIFA.
Dia mengatakan Kanada sebenarnya percaya diri bisa memenangkan pertandingan, terutama setelah mampu menekan Maroko sejak menit-menit awal.
“Kami merasa bisa memenangi laga ini, khususnya pada babak pertama. Kami menguasai permainan, terus memberikan perlawanan, menciptakan peluang, dan bola mati kami berjalan sesuai rencana,” kata dia.
“Sayangnya, justru dari situasi bola mati kami kebobolan. Setelah tertinggal, kami harus bermain lebih terbuka dan akhirnya dihukum lewat serangan balik,” tambahnya.
Kanada Gagal Memanfaatkan Momentum
Kanada membuka pertandingan dengan intensitas tinggi. Tekanan yang mereka bangun membuat Maroko kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama.
Peluang terbaik Kanada hadir melalui Tani Oluwaseyi setelah menerima umpan Ali Ahmed. Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu digagalkan kiper Maroko, Yassine Bounou.
Maroko juga sempat kehilangan Ismael Saibari akibat cedera pada menit ke-22. Meski demikian, perubahan tersebut justru menjadi awal kebangkitan Atlas Lions selepas turun minum.

