Mungkin bagimu semua bisa diatur
Tapi, engkau terlupa, Tuan
Ada yang bukan komoditas diperjualbelikan
Dan tak sesiapa secara pribadi menguasai
Inilah sungai warisan alam
Yang mengundang pendahulu bermukim
Inilah sarana transportasi utama
Juga penyedia kebutuhan selayaknya manusia
Mungkin bagimu tipu-tipu cara yang syah
Memindahkan lalu lintas sementara
Lalu,
Engkau gali paret Beko angka satu
Semestinya arus menjadi lancar mengalir
Kenyataan tidak
Banjir menenggelamkan RT 10 satu minggu
Sebab di ujung paret galian kau kecilkan
Dua riol sejajar sebagai muara
Dua riol sejajar yang tak menjamin arus lancar
Dua riol sejajar
Yang sampan paling kecil sekalipun
Tak akan bisa melewatinya
Lalu,
Engkau timbun sungai alam
Dan Sungai Nerbit Kecil musnah
Tinggal sejarah
Tidak ada lagi Lubuk Kuali
Tak ada Pangkalan Pandan
Tak ada Pangkalan Tumu
Tak ada Pangkalan Reban
Juga tak ada Simpang Kedabu
Hilang daerah aliran sungai
Hilang nama sungai
Berganti menjadi paret
Mungkin bagimu semua bisa diatur, Tuan
Tapi itu bukan kami
Ini kami Aliansi Masyarakat Nerbit
Menuntut kembali sungai kami
Kembalikan Sungai Nerbit Kecil adalah harga mati
Kami berjuang segenap daya
Kami bertekad sepenuh hati

