Imbas ke Pasar Kripto
Situasi serupa juga menghantui pasar aset digital. Pergerakan harga kripto terpantau stagnan dengan koreksi minor dalam beberapa pekan terakhir. Kapitalisasi pasar kripto global tercatat sekitar USD 3,96 triliun, hanya sedikit di bawah posisi 11 Agustus sebesar USD 4,06 triliun.
Indeks Fear & Greed saat ini berada di level 49, yang menunjukkan kondisi netral. Padahal sebulan sebelumnya, indeks sempat berada di 70, menandakan optimisme tinggi. Meski demikian, aliran dana dari investor institusi lewat ETF spot dinilai memberi fondasi lebih kuat bagi aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum.
“Arus masuk sepanjang tahun membuat harga Bitcoin relatif stabil di atas USD 100.000. Tekanan penurunan memang ada, tapi bersifat minor,” tambah Fahmi.
Strategi yang Bisa Diterapkan Investor
Menghadapi kombinasi faktor musiman dan makroekonomi, disiplin strategi menjadi kunci. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan investor adalah Dollar Cost Averaging (DCA) untuk mengurangi risiko fluktuasi. Selain itu, instrumen derivatif seperti crypto futures juga dapat dimanfaatkan guna memperoleh peluang keuntungan baik saat pasar naik maupun turun, dengan catatan manajemen risiko harus ketat melalui pengaturan leverage dan stop-loss.
Fahmi menekankan pentingnya mencermati arah inflasi dan pandangan The Fed ke depan. “Aset dengan katalis kuat seperti Bitcoin dan Ethereum masih layak dipertimbangkan, terutama bagi trader momentum,” katanya.

