DumaiHeadlines.com – Wakil Serie A Italia, Atalanta harus menerima kenyataan pahit setelah digilas Bayern Munich dengan skor telak 1-6 pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Bergamo, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB.
Meski menanggung malu di kandang sendiri, pelatih Raffaele Palladino justru memberikan pernyataan mengejutkan terkait taktik permainannya.
Bayern Munich tampil sangat dominan lewat aksi para bintangnya seperti Josip Stanisic, Michael Olise, Serge Gnabry, Nicolas Jackson, hingga Jamal Musiala.
Atalanta hanya mampu membalas satu gol melalui Mario Pasalic, sebuah hasil yang menunjukkan perbedaan kelas yang mencolok di antara kedua tim.
Kalah Kualitas Bukan Karena Salah Taktik
Dalam konferensi pers usai laga, Palladino secara sportif mengakui keunggulan kualitas pemain lawan. Namun, dia pasang badan terkait kritik terhadap sistem penjagaan man-to-man yang diterapkan anak asuhnya.
Dia bersikeras bahwa filosofi menyerang dan agresif adalah identitas yang tidak bisa ditawar.
“Bayern adalah tim yang sangat kuat dan terkadang mereka benar-benar tidak bisa dihentikan. Namun, jika kami harus mengulang pertandingan ini, saya akan tetap bermain dengan cara yang sama. Kami sampai di tahap ini karena mentalitas tersebut,” ujar Palladino dengan tegas dikutip dari Sky Sports Italia.
Dia menambahkan bahwa sistem tersebutlah yang membuat Atalanta mampu menyingkirkan tim-tim besar seperti Chelsea dan Borussia Dortmund sebelumnya.
Menurutnya, masalah utama bukan pada skema, melainkan absennya beberapa pemain kunci dan keunggulan individu pemain Bayern.

