Menemukan Identitas di Lamb of God
Setelah melewati album self-titled pada 2020 dan Omens pada 2022, Art Cruz merasa “Into Oblivion” adalah momen di mana dia benar-benar menemukan identitas aslinya sebagai bagian dari Lamb of God.
Dia bercerita bahwa pada awalnya dia sempat merasa ragu karena proses kreatif kali ini terasa sangat berbeda dari sebelumnya.
Namun, dukungan dari rekan setimnya di Lamb of God memberinya kepercayaan diri tinggi. Dia belajar untuk menurunkan ego dan lebih banyak mendengarkan kebutuhan lagu. Hasilnya, performa drum Art di album ini dinilai lebih jujur dan tidak terpengaruh oleh tren luar.
Produksi dan Respon Positif
Album “Into Oblivion” yang diproduseri oleh Josh Wilbur ini direkam di beberapa lokasi bersejarah, termasuk studio legendaris Total Access di California.
Sejak dirilis pada Maret lalu, album ini langsung mendulang pujian dari berbagai kritikus musik dunia.
Media ternama seperti Metal Hammer dan Kerrang! memberikan apresiasi tinggi atas intensitas yang disuguhkan Lamb of God. Bagi Art Cruz, ini bukan sekadar urusan teknis bermain musik, melainkan sebuah kemenangan personal atas kedisiplinan dan kejernihan mental.

