Sengatan Deniz Undav dan Gemuruh Toronto Stadium
Memasuki 15 menit terakhir, tensi pertandingan meningkat drastis. Jerman bermain lebih terbuka dan agresif demi mengejar ketertinggalan. Momentum itu akhirnya datang lewat aksi gemilang Deniz Undav yang sukses mencetak dua gol krusial.
Amiri tidak pelit memberikan pujian bagi rekan setimnya itu. Dia menyebut penyerang asal Stuttgart tersebut sebagai sosok pembeda yang sangat menakutkan di dalam kotak penalti lawan.
“Deniz luar biasa. Dia adalah pembunuh di depan gawang. Dia sangat spesial, dan memiliki pemain seperti dia di dalam skuat adalah keuntungan besar bagi kami,” puji Amiri.
Menariknya, Undav sendiri sempat merayakan golnya dengan agak tertahan. Dia mengaku sempat syok dan butuh waktu untuk mencerna momen magis tersebut, ditambah lagi dengan rasa sakit di kakinya.
“Jempol kaki saya sedikit sakit karena terinjak setelah mencetak gol. Tapi sebenarnya saya sangat bahagia. Kami dapat tiga poin lagi, saya mencetak dua gol, dan semuanya terasa lebih mudah saat Anda terus menang,” ungkap Undav.
Kemenangan emosional ini juga dirasakan betul oleh gelandang muda Bayern Munchen, Aleksandar Pavlovic. Dia menilai momen dramatis seperti ini membuat internal skuat Jerman kian kukuh dan menyatu.
Dengan hasil ini, Jerman nyaman berada di puncak klasemen Grup E, menyusul hasil imbang tanpa gol antara Ekuador dan Curacao. Ujian berikutnya bagi anak asuh Julian Nagelsmann adalah menghadapi Ekuador di New York/New Jersey pada Kamis mendatang.

