Dana pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk membangun berbagai infrastruktur dasar dan layanan publik, seperti sekolah, rumah sakit, sistem penyediaan air minum, hingga pembangunan jalan daerah.
“Daerah masih tetap bisa membangun walaupun ada keterbatasan anggaran. Tersedia sumber pembiayaan dengan bunga yang relatif rendah dan tenor yang panjang sehingga pembangunan daerah tetap berjalan,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa penguatan ekonomi daerah merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.
Pemerintah, kata dia, akan mengoptimalkan seluruh sumber pertumbuhan ekonomi, mulai dari investasi daerah, sektor riil, hingga aktivitas usaha masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga memastikan sektor perbankan memiliki likuiditas yang memadai guna mendukung ekspansi dunia usaha.
“Kita akan aktifkan semua mesin pertumbuhan ekonomi, pusat, daerah, termasuk sektor riil. Kita pastikan perbankan memiliki likuiditas yang cukup untuk mendukung pertumbuhan sektor swasta. Dengan cara itu, pertumbuhan ekonomi tahun depan diharapkan dapat mendekati 6 persen atau bahkan lebih,” tegasnya.

