Ancelotti Santai Hadapi Tekanan Bersama Brasil, Pilih Fokus daripada Euforia di Piala Dunia 2026

“Saya tidak bisa berlari karena lutut saya bisa cedera,” ujar Ancelotti sambil bercanda.

Namun, bukan hanya faktor usia yang membuatnya tetap tenang. Pengalaman panjang menangani klub-klub elite Eropa membuatnya memilih menunggu peluit panjang berbunyi sebelum merayakan hasil pertandingan.

“Masih ada beberapa menit setelah Martinelli mencetak gol. Saya sudah terlalu sering mengalami pertandingan yang tampaknya selesai, tetapi hasil akhirnya berubah. Ketika pertandingan benar-benar berakhir, perasaan yang muncul lebih kepada lega daripada bahagia,” ungkapnya.

Fokus Bangun Mental Pemain Brasil

Ancelotti menilai pekerjaan terbesarnya sejak dipercaya menangani Brasil bukan sekadar menyusun strategi permainan. Menurutnya, mengubah cara berpikir para pemain justru menjadi tantangan utama.

Ia mengatakan skuad Brasil kini tampil dengan kepercayaan diri yang lebih baik dan tidak lagi mudah panik ketika menghadapi tekanan di lapangan.

“Salah satu pekerjaan tersulit adalah mengubah pola pikir tim. Sekarang mereka lebih percaya diri dan tingkat kecemasannya berkurang. Kami siap menghadapi berbagai situasi, termasuk jika harus kebobolan lebih dulu karena tim sudah tahu bagaimana bereaksi,” katanya.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI