Ancelotti Santai Hadapi Tekanan Bersama Brasil, Pilih Fokus daripada Euforia di Piala Dunia 2026

Dalam kesempatan itu, Ancelotti juga mengungkap momen unik saat melawan Jepang. Ia mengaku baru menyadari permen karetnya tertinggal di ruang ganti sehingga sepanjang pertandingan tidak mengunyah permen karet seperti biasanya.

“Saya lupa membawa permen karet dari ruang ganti saat melawan Jepang,” ujarnya.

Kritik adalah Bagian dari Tugas

Brasil selalu datang ke setiap Piala Dunia dengan status unggulan. Konsekuensinya, tekanan dan kritik hampir tidak pernah berhenti mengiringi perjalanan tim.

Ancelotti mengaku memahami budaya sepak bola tersebut. Bahkan, ia menyebut kritik merupakan sesuatu yang harus diterima oleh siapa pun yang melatih tim sebesar Brasil.

“Di Italia ada ungkapan bahwa semua pria ingin menjadi pelatih dan semua perempuan ingin menjadi arsitek,” katanya.

Dia pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menganggap diri sebagai sosok yang paling hebat, tetapi juga yakin memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas tersebut.

“Saya seratus persen yakin bukan seorang jenius. Tetapi saya juga seratus persen yakin bukan orang bodoh. Tekanan itu memang ada, tetapi melatih tim nasional Brasil adalah sebuah kehormatan. Karena itu saya menerima semua kritik yang datang,” tutur Ancelotti.

BERITA TERKAIT

FOLLOW US

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
spot_img

BERITA TERKINI