DumaiHeadlines.com – Gelombang perubahan besar melanda sepakbola Italia. Gabriele Gravina secara resmi menanggalkan jabatannya sebagai Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) setelah Gli Azzurri dipastikan absen dalam turnamen Piala Dunia untuk kali ketiga secara beruntun.
Keputusan krusial ini diambil Gravina dalam rapat darurat dewan umum FIGC, Rabu (1/4/2026) waktu setempat.
Langkah ini merupakan buntut langsung dari kekalahan menyakitkan Italia atas Bosnia-Herzegovina di final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026.
Runtuhnya Rezim Gravina di Tengah Krisis Prestasi
Gabriele Gravina telah memimpin badan tertinggi sepakbola Italia tersebut sejak Oktober 2018. Di bawah kendalinya, Italia sebenarnya sempat mengecap manisnya gelar juara Euro 2020. Namun, prestasi tersebut berbanding terbalik dengan performa mereka di kualifikasi Piala Dunia.
Selama masa jabatannya, Italia harus menelan pil pahit karena gagal menembus putaran final Piala Dunia 2022 dan kini 2026.
Ditambah dengan kegagalan pada edisi 2018 (sebelum dia menjabat), publik Italia kini harus menghadapi kenyataan pahit absen selama 12 tahun di panggung sepakbola paling bergengsi sejagat tersebut.

