
“Saya tidak percaya di negara ini saya bisa mencatat rekor lain, saya sangat bangga akan hal itu,” canda Guardiola seperti dinukil dari laman Sky Sports, Senin (22/9/2025).
Namun, di balik senyuman pahit itu, ada pengakuan jujur. “Saya memberikan banyak kredit untuk Arsenal. Terkadang Anda menginginkannya, tetapi terkadang tidak bisa,” akunya.
Guardiola mengungkapkan bahwa dirinya tidak begitu senang melihat timnya bertahan dalam waktu lama. “Saya menderita, saya tidak suka. Saya ingin bola menjauh, menjauh, dan menjauh. Saya ingin berada dekat dengan (David) Raya (kiper Arsenal),” keluhnya, menunjukkan keinginannya untuk selalu berada di area lawan.
Namun, mantan pelatih FC Barcelona itu juga realistis. “Kami tidak dibangun untuk itu (bertahan), tetapi kami harus menerimanya,” kata Guardiola.
“Jika tim lawan memiliki persentase (penguasaan bola) sebesar itu, itu karena mereka lebih baik. Arsenal lebih baik saat itu,” imbuhnya.
Tanda-Tanda Kebangkitan Sang Juara
Meskipun harus mengesampingkan idealismenya, Guardiola melihat hal positif dari penampilan timnya. Ia merasa City telah menemukan kembali semangat juang yang sempat hilang. Setelah dua kekalahan beruntun yang mengancam performa mereka di awal musim, pekan terakhir menjadi titik balik.

