DumaiHeadlines.com – Sebuah langkah berani diambil oleh Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Dumai, Agoes S. Alam.
Menanggapi alokasi dana hibah sebesar Rp15 juta untuk satu tahun anggaran, pihaknya berencana membuka ruang debat publik secara terbuka dengan Wali Kota Dumai.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk kedewasaan berdemokrasi sekaligus upaya transparansi dalam melihat sejauh mana keberpihakan pemerintah daerah terhadap ekosistem kebudayaan.
Baca juga: Demi Jalankan Program, DKD Dumai Desak Peninjauan Kembali Dana Hibah yang Dinilai Minim
Investasi Peradaban vs Beban Anggaran
Menurut Agoes S. Alam, seni dan budaya seharusnya ditempatkan sebagai investasi jangka panjang bagi identitas dan karakter kota, bukan sekadar pelengkap yang dianggap membebani APBD.
Dengan angka Rp15 juta untuk mendanai seluruh kegiatan selama setahun, dia menilai perlu adanya evaluasi serius.
“Benar, kita merencanakan debat tersebut. Dalam konteks pembangunan daerah, seni dan budaya bukanlah beban anggaran, melainkan investasi jangka panjang bagi peradaban,” tegas Agoes saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Ketua DKD Ingatkan DPRD Dumai: Jangan Bungkus ‘Bungkamisasi’ Aktivis lewat Seremonial Temu Ramah

