Bukan tanpa alasan Agoes menyampaikan kritikannya, karena pelajar Dumai berhasil mengukir sejumlah prestasi tingkat nasional, seperti juara II Cerdas Cermat (LCC) MIPA EXPO V – FMIPA UNRI (2010/2011), juara I Olimpiade Biologi SMILE Olympiad III SMAN 1 Dumai (2015), juara I Lomba FLS2N bidang Solo Vokal di Pekanbaru, hingga menjadi perwakilan Provinsi Riau untuk FLS2N di Manado.
Menurutnya, prestasi-prestasi tersebut menunjukkan bahwa siswa Dumai memiliki potensi dan kemampuan yang baik dalam berbagai bidang.
“Ini tentunya tidak lepas dari peran serta Dinas Pendidikan Kota Dumai dalam melakukan tugasnya dalam memajukan pendidikan di Dumai,” ungkapnya.
Agoes pun menilai jika kunjungan kerja DPRD Kota Dumai tidak memberikan manfaat apapun terhadap mutu pendidikan di Dumai. “Kesan yang dapat ditangkap dari kunjungan kerja DPRD Kota Dumai berkonsultasi ke Disdik Kab. Limapuluh Kota guna meningkatkan Mutu Pendidikan di Kota Dumai hanya bentuk seremonial saja,” sebutnya.
Sejumlah warganet pun mendukung komentar Agoes tersebut, salah satunya dari pemilik akun Suare Nyata. “Setuju, tidak ada manfaatnya untuk masyarakat Kota Dumai,” sahut akun ini dengan menandai Agoes S Alam.

